Slide Left Slide Right

Selamat Datang

Huma di atas bukit

Entah mengapa aku suka mengutip kalimat itu untuk menggambarkan keluarga kecilku
Begitu banyak harapan masa depan yang aku gantungkan pada sedikit kemampuan yang serba terbatas. Tak banyak yang mampu kumiliki namun selalu kunikmati.
Semilir angin, rintik hujan, aroma ilalang dan langit jingga di temaram senja.

Humaku memang terlalu sederhana
Namun tetap kurasakan indah
Bagai di atas bukit...

Humaku

Tak banyak isi huma ini...

Hanya ada cinta kasih yang Fitri dan Citra harapan hidup yang harus bisa aku Cipta

Numpang mandi di Yogyakarta. Kota perjuangan dan pendidikan tempatku berjuang mendidik mereka menjadi manusia seutuhnya, walau lebih banyak kulalui secara selayang pandang dari tempatku berladang, Tamianglayang.

Tiada harapan berlebih selain keinginan melanjutkan kebahagiaan dalam kebersamaan sampai mentari tenggelam nanti

Sekedar harapan kecil tersisa dari besaran hidup yang tak terjamah...

Ceritaku

Dari atas bukit

Hampir tak ada yang istimewa dalam keseharianku bersama mereka. Semuanya aku biarkan mengalir mengikuti apa kata sang hidup. Biarpun begitu, aku tak ingin segalanya hanyut begitu saja ditelan waktu.
Aku tulis sekenanya dalam catatan asal coret

Blog : Rawins

Gallery: Fotoku


Website ini adalah properti pribadi yang dipublikasikan untuk keperluan terbatas.
Dibuat di Tamianglayang 1 Januari 2014