Entah mimpi apa semalam, pagi ini saya harus mengalami hal yang sangat menyedihkan. Orang yang begitu penting menghilang tanpa kabar berita..
Sebagai bujangan tulen, saya punya seseorang yang teramat berarti dalam hidup. Bahkan saya anggap sebagai sebagai Dewa Penyelamat jalan kehidupan saya. Tiap pagi begitu setia menyambangi tanpa perlu saya kirimi sms atau email. Tak salah kalau saya begitu mengidolakan dia setiap kali bangun tidur.
Makanya saya sering kelimpungan dan sangat kehilangan kalau dia tidak datang. Itu berarti sarapan saya diundur sampai siang nanti. Dagangannya memang tidak ada yang aneh. Paling hanya arem-arem, mendoan, bakwan dll.. Pokoknya jajanan kampung lah. Tapi lebih dari cukup untuk pengganti sandwich atau sereal.
Yang saya suka dari penjaja tenong itu, harganya relatif murah. Tiga ribu perak udah kenyang. Orangnya juga sederhana, ga mau yang neko-neko. Sistem pembayarannya pun ga ribet dan bisa cash tempo. Cuman sayangnya ga terima kartu kredit...
Hal lain yang saya sukai itu kebersihannya. Tenongnya tertutup rapat dan bebas dari serbuan debu jalanan. Waktu mengambil jajanan pun dia ga langsung pake tangan, tapi pakai japitan stainless. "Kebersihan sebagian dari iman", katanya. Seep lah... Orangnya sangat teliti, terutama saat menghitung jajanan. Makanya kalo saya dah milih apa saya taruh piring, saya kan nanya, "berapa, mbok..?" Pasti piringnya diambil trus jajanannya diangkatin satu persatu buat diitung. Pake tangan tapinya, ga pake capitan....
Terserahlah orang mau berkata apa.. Yang penting simbok tetap jadi idolaku... I miss you, mbok...
I Miss You, Hiks...
Kopi Itu Penting
Cerita tentang kopi jadi inget jaman dulu, ortu sering bilang kalau kopi itu bikin bodo. Yang lebih ekstrim mungkin ucapan temen, "Nginum kopi aja dibanjur-banjuraken. Marekna ngeres..."
Setuju lah... Gimana kita mau pinter kalo tiap hari cuma minum kopi dan ga pernah belajar. Bikin ngeres..? Ya emang, apalagi kalo kopinya kopi tumbuk yang banyak ampasnya. Makanya jangan dibanjuraken tapi cukup disruput saja.
Tapi apapun makanannya, kalo pagi-pagi tidak ngopi rasanya ada sesuatu yang hilang dari hidup saya. Terlepas dari saya ketergantungan atau hanya soal kebiasaan mendarah daging, tapi menurut Depkes, Kopi dapat merangsang susunan saraf pusat (otak), sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Dengan minum kopi dalam jumlah wajar (1-3 cangkir), tubuh kita terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau pun mengantuk. Seeep..
Tapi.. ada lanjutannya nih...
Manfaat di atas tidak berlaku bagi seseorang yang pekerjaannya memerlukan ketelitian, kerapian, serta ketepatan menghitung, seperti matematika, menggambar atau melukis. Sebaliknya, minum kopi lebih tepat bagi orang yang belajar ilmu-ilmu sosial atau menghapal. Minumlah sekitar setengah sampai satu jam sebelum aktivitas belajar atau menghapal dimulai.
Nah untuk yang kedua kayaknya saya ga begitu setuju dengan Depkes neh... Saya bukan orang ilmu sosial soalnya. Dan yang paling penting saya punya prinsip, apapun makanannya, saya ga bakalan ijinkan Depkes mengatur saya untuk urusan kopi mengkopi. Yang penting sumbernya dicantumkan...
Ok.. Selamat menikmati...
Srupuuut............ah
Dunia Paralel
Tadi siang ada temen main seharian. Pas mau pulang tuh komentar, "Seneng ya hidup di dunia maya, lupa segala beban di alam nyata..."
Heeeh... sembarangan.
Walaupun aku pikir ada benernya tapi ga 100% buat aku. Temen tuh berpikir hidup di dunia teks dan gambar ini yang ada cuma saling sapa dan haha hihi sama temen-temen dari berbagai belahan bumi. Padahal menurut aku, di komunitas internet atau MP aja lah biar ga terlalu luas, kayaknya hampir sama dengan di alam manusia.
Ada senengnya, ada susahnya. Ada yang tertawa-tawa,ada pula yang sampai menangis. Bisa cari duit, bisa juga ngabisin duit. Ada yang saling jatuh cinta, tapi pada berantem juga banyak. Saling serang sampai saling menjatuhkan, bahkan sampai ada yang secara fisik merusak website musuhnya. Weeh...
Dan satu hal lagi yang begitu identik. Kita sering tertipu oleh penampilan. Kalo sehari-hari banyak orang tertipu kalau melihat yang berpakaian necis dan narcis walau hatinya penuh najis. Di kalangan bloger tampilan web, tulisan dan hidangan yang ada disitu seringkali membuat orang tak tahu aslinya kita seperti apa...
Kalo di sini kita mengenal istilah bibit, bebet dan bobot, di dunia seluas layar monitor pun wajib hukumnya. Penjajagan atas motivasi temen membuat blog, kita perlu tahu. Sehingga kita bisa menempatkan diri saat berhadapan dengan orang per orangnya. Kesulitan terbesar sebenarnya karena kita tak tahu saat seseorang menuliskan apa, ekspresi wajahnya tuh kaya apa. Ini lebih sulit dibanding di dunia nyata. Orang ngomong manis tapi dengan wajah sinis kita agak cepet nangkep maksudnya. Main bentak tapi nyengir, berarti ga serius cuma sekedar bergurau. Jadi di dunia aneh ini orang akan semakin mudah tertipu.
Seringkali saya menemukan tulisan yang panjang lebar dan dalem banget, begitu saya kasih tanggapan agak melebar dan minta tanggapan atas pendapat atau sanggahan saya, ga pernah ada jawaban.
Pernah ada jawaban yang menurut saya ringan tapi nikmat banget, "Terima kasih mas komennya, jangan bosen kesini ya.. Jangan lupa kasih komen. Nanti saya main ke MP mas..."
Yang lebih mengenekan lagi gini, "Terima kasih, tambahannya ilmiah sekali..."
Waduh... apa mereka nulis atau mengcopas tulisan asal ceplok dan ga dipahami dulu isinya yaa..? Pertanggungjawaban atas tulisan itu mana..?
Kalo boleh dianalogikan ini kan sama dengan mancing. Kira-kira mau dapat tongkol atau hiu harusnya dipikir dari awal. Lha untung tidak ada hansip. Jadi pas dituntut tanggungjawabnya bisa ngeles dengan enteng dan ga harus menikahi anak orang.. Heh... kok nyampe situ seh..? He he he...
Mungkin ini yang disebut dunia paralel. Walaupun berbeda bentuk tapi tetap saja identik dimana watak manusia tetaplah manusia yang punya akal dan juga puya nafsu...
Waspadalah... waspadalah...
Maling (jangan) Teriak Maling
Kemarin malam saya buka blog temen. Di riplainya saya baca ada yang protes tentang isi blog itu. Katanya yang kayak gini dia udah posting 2 bulan sebelumnya. Jadi intinya pemrotes itu seperti tidak rela seolah-olah ide atau pemikirannya dicuri oleh temen saya.
Waah.. temen ga bener neh, pikir saya. Trus saya baca blognya (terus terang saya suka langsung lari ke riplai sebelum baca isi blog, he he he... maap). Baru liat sepintas blog temen itu, saya malah jadi senyum sendiri. Langsung saya ketik komen di atas si pemrotes...
"Kenapa harus meributkan sebuah tulisan dan menganggap ada pencurian ide kalo kita sama-sama maling..? Tulisan semacam ini pernah beredar dari milis ke milis sejak 5 tahun lalu. Lagian di atas sudah ada catatan kecil yang menyatakan tulisan itu cuma copi paste, walaupun tidak disebutkan sumbernya. Dah damai... pisss ah.."
Saya kira setelah itu suasana langsung adem dan terkendali. Eh, lewat tengah malam temen saya laporan via YM. "Mas, saya baru hapus tiga tulisan yang bikin heboh itu..."
Hmmm...
Kasus copas di dunia perblogan kita sudah sangat umum dan sangat dimaklumi walaupun kurang sesuai etika. Banyak temen-temen kita yang begitu ingin mengisi blognya tapi mungkin males untuk memilih dan mengetik kata-kata sendiri. Saya sendiri juga sering mencuri atau mengambil atau mengutip tulisan orang lain. Jadi menurut saya wajarlah kasus itu sering terjadi. Tapi kalo sampai meributkan sebuah tulisan yang sangat umum dan sudah beratus kali reposting, itu saya anggap tidak wajar.
Ada lagi yang saya liat beberapa temen meributkan soal posting lagu di music page. Mereka saling tuduh menjiplak atau mencuri lagu yang sudah diposting di MP dia. Ini menurut saya lebih aneh. Sesama pemulung saja kok ribut. Harusnya pencipta lagu atau produsernya kan yang protes..?
Ga usah lah kita terlalu muluk-muluk dengan membawa-bawa Undang Undang tentang HAKI. Kita mulai saja dengan sebuah langkah kecil belajar jujur minimal terhadap diri sendiri. Kayaknya ga sulit deh kita menambah satu kalimat pendek di bawah blog, disalin dari xxx.com dan lebih bagus kalo dibuatkan link sekalian.. Lebih baik lagi kalau kita hanya mengutip sebagian lalu dikasih ulasan dari pikiran kita sendiri. Dengan itu minimal kita bisa belajar menghargai diri sendiri.
Ok deh.. Kita ngeblog bukan buat cari musuh kok. Berdamai donk... Hilangkan saling tuduh dan selesaikan perebutan itu via PM saja, kecuali memang mau bikin sensasi...
Setuju...?
disalin dari http://kemlithak.multiply.com
Sandal Jepitku
Pagi-pagi HP bunyi...
Telpon dari temen Kepala MTs minta tolong betulin komputer di lab. Buruan mandi ala capung lalu ngiprit dengan mata berat abis begadang sampai jam 6 pagi. Nyampe sekolahan masuk ke ruang guru maksudnya nemuin guru TI. Baru aja ucap assalamu'alaikum dan belum sempat masuk ruang, sudah ada seorang guru yang menegur..
"Mas, ini kan kantor. Sedikit punya rasa hormat apa sih susahnya."
"Maksudnya gimana, pak..?" Saya bingung.
"Jangan pakai sandal apa ga bisa," ucap beliau.
Dasar masih merasakan puyeng garap kerjaan semalem belum selesai, mata ngantuk dan belum sempat sarapan. Dapat sambutan begitu saya langsung balik kanan. Baru saja nyampe, kepala sekolah nelpon lagi.
"Tar dulu bos, beli sepatu dulu.." saya cuma jawab begitu lalu rebahan di kursi panjang melanjutkan tidur yang terpotong tadi.
Tapi engga tau kenapa kok malah ga bisa tidur. Kata-kata mas guru tadi sedikit kepikiran dalam otak sampai akhirnya malah nongkrong sepan kompi...
Hmmm...
Saya inget kata-kata temen saya Ribut Achwandi di Kemudian.com.
Dalam kamus budaya kita yang namanya sepatu itu kan nggak ada. Bukankah ini budaya asing (Belanda) yang sengaja dicekokkan pada bangsa kita untuk semakin terburai karena alasan prestise. Gengsi dan status sosial yang mencoba membuat manusia terpasung dalam kepalsuan. Jujur saya protes! Sebab, menghadap Tuhan saja kita harus menanggalkan sandal bahkan sepatu, masa cuma menghadap orang penting yang notabene hanya seorang manusia saja harus pakai sepatu?"
Emang kayaknya sewenang-wenang banget tuh orang. Apa ga inget kalo manusia lahir tuh ga bawa apa-apa. Adalah sebuah kenyataan hidup manakala periode awal dari tiap bentuk kehidupan dimulai dari sebuah kenestapaan. Ya, tangis pertama seorang bayi yang baru lahir adalah sebuah bukti bahwa ketika seorang manusia terlahir, ia dalam penderitaan yang sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, seorang bayi yang lahir pada awalnya merasa nyaman di dalam rahim Ibunya. Ia merasa terlindungi dari segala kejatahan dunia. Ia merasa dirinyalah raja, sebab segala kebutuhan baik gizinya maupun kemanjaan secara psikologisnya tumbuh dari sana. Makanya jangan heran jika seorang perempuan hamil selalu identik dengan ngidam. Tapi begitu ia lahir, dia telah melihat sebuah bentuk kekejaman yang sangat luar biasa. Cahaya luar yang menyilaukan telah membuat matanya silau. Dan seorang bayi melihat sebuah pemandangan yang sungguh tak ia duga sebelumnya. Kucuran darah yang mengalir dari vagina Ibunya bersamaan lahirnya telah membuat ia begitu ketakutan.
Ya, penderitaanlah yang mengawali setiap periode kehidupan manusia. Sebagaimana Adam dan Hawa diturunkan ke dunia ini. Mereka dalam keadaan yang sama-sama terceraikan. Saling mencari dan saling berharap agar mereka segera dipertemukan dalam sebuah situasi yang sangat membahagiakan dan penuh haru biru.
Pakailah sandal jepitmu sebelum engkau mengenakan sepatu kulit yang mengkilap. Resapi betul enaknya memakai sandal jepit. Resapi betul betapa bahagianya ketika engkau bisa memakai sepasang sandal jepit. Sebab, begitu banyak orang yang kadang lupa akan enaknya mengenakan sandal jepit sebab sehelai kaus kaki telah membentengi pori-pori kulit untuk dapat merasakan ringannya debu dan merasakan tekstur kerikil yang begitu menggelikan dan nikmat.
Ingat, bersandal tidak selamanya tidak sopan. Tapi justru kerendahan hatilah yang dinampakkan oleh sepasang sandal jepit. Jangan pernah malu jika engkau tak bersepatu.
Umumnya, pemakai sepatu kulit selalu diidentikkan dengan orang-orang kantor yang berkantong tebal, memiliki setelan pakaian yang serba necis, rapi, berbahasa begitu tertata dan santun, berjalan dengan penuh gaya dan serba dihargai. Saya akan kemukakan kalau tidak selamanya sepatu kulit itu mengindikasikan hal-hal tersebut.
Banyak di antara orang-orang bersepatu kulit itu yang lebih kotor secara moralnya ketimbang seorang yang hanya bersandal jepit. Menurut saya, sepatu kulit yang mungkin harganya sepuluh atau duapuluh kali lipat dari harga sepasang sandal jepit tak ubahnya topeng belaka. Memang banyak pejabat yang bersepatu tapi banyak juga penjahat yang bersepatu. Jadi jumlah antara pejabat dan penjahat yang bersepatu mungkin hampir sama.
"Lepaslah Sepatumu dan Bertelanjang Kakilah Engkau"
Akhirnya...
Rencana beli sepatu demi sesuap nasi di kantoran gagal. Mendingan langsung saja saya belikan nasi bungkus di warung. Nikmatnya bisa langsung saya rasakan...
Walau alasan aslinya, uangnya belum cukup untuk beli sepatu...
Batuk Yang Mematikan
Dari sore mau ikut ebeg-ebegan kok kayane males banget. Sambil bengong mainan mbah gogel sambil buka buka artikel, trus nemu cerita tentang jamaah haji Indonesia yang selalu kontes batuk setiap kali shalat di Masjid Al Jin yang terletak di Daerah Gazza, sekitar 2 km dari Masjidil Haram.
Tatkala imam masjid usai membaca surat Fatihah, suara batuk mulai saling bersahutan. Banyak di antara jemaah menahan batuk, karena takut mengganggu kekhusukan jalannya shalat tersebut. Kadang ada warga Indonesia menahan batuk dengan suara aneh, yang terdengar, "ngik". Namun suara itu disusul suara serupa hingga rakaat kedua. Barulah pada rakaat kedua, kendati imam sudah memasuki bacaan terakhir, suara "ngik" dari mulut jemaah Indonesia mulai hilang.
Kenapa bisa terjadi seperti itu tidak ada penjelasan di web yang saya baca itu. Bisa jadi karena pengaruh debu atau karena cuaca panas orang Indonesia jadi banyak minum es. Apa mungkin karena masjidnya banyak jinnya ya..?
Tapi jadi keingetan waktu kecil, pas pertama kali belajar shalat dilanggar. Eh, kok di langgar ya..? Di mesjid kecil lah.. Waktu itu kan dibilangin sama mbah kyai penunggu mushola, nah akhirnya inget, mushola... Mbah kyai bilang kalo shalat tidak boleh ngomong atau banyak bergerak yang tidak perlu. Batal katanya..
Nah, kebetulan saya tuh lagi batuk dan ga tahan. Jegogh.. batuklah saya.. Eh, temen di sebelah yang juga sama-sama baru belajar ngaji komentar. "Eh, shalat ga boleh batuk-batuk."
Saya diam saja, malah temen lain yang menyahut. "Sembayang koh ngomong..? Batal tau..?"
Ada yang ga tega kali, ikut mbelain "Dia kan ga ngomong, cuman batuk.."
Saya yang dari tadi diem ikut ga tahan, "Lah.. kamu malah ngomong."
Disebelah saya tuh ada jamaah yang sudah gede, "Sssst... Dah diem, tar dimarahin mbah kyai"
Baru saja semuanya diem, dari depan ada yang ngebentak,"Shalat kuwe lagi ngadep Gusti Alloh.. Aja malah padha ngobrol dhewek-dhewek..!"
Lah.. mbah kyai kok...??? He he he...
Tapi menurut sejarah batuk yang paling mematikan adalah batuknya Napoleon Bonaparte. Saat berperang di Timur Tengah tahun 1799, dia bermaksud akan melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan Perancis ketika Perancis berhasil merebut Jaffa. Saat itu Napoleon sedang terserang influenza.Saat menginspeksi pasukan, Napoleon terserang batuk berat, ia mengatakan "Ma sacre toux" ("Batuk sialan"). Perwira pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan "Massacrez Tous" ("Bunuh Semua"). Akibatnya, seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh. Hanya karena batuk sang jenderal.
Tapi biar rada ilmiah saya kutip dari wiki ya..
Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernafasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.
Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernafasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.
Nah.. jadi sebenarnya ga salah-salah amat kan orang berbatuk ria. Bukan penyakit walaupun yang merangsang terjadinya batuk kadang kuman penyakit. Jadi kesimpulannya batuk hanyalah kebiasaan tubuh saja untuk membuang sampah keluar tubuh...
Dan sebagai penutup...
Tahukan anda bahwa 99% manusia pernah batuk..? Sisanya yang tidak pernah batuk adalah bayi yang lahir langsung meninggal. Jadi cuman sempat oooe, klepek..
Dan tahukan anda..
Bahwa 99% orang yang pernah batuk tidak dapat menjilat sikunya sendiri..?
Dan fakta menyebutkan bahwa 99% orang yang baca ini pernah kepikiran untuk mencoba menjilat sikunya sendiri...
Mode OOT: off
Yang Terpanjang
Kata terpanjang dalam kamus bahasa inggris adalah : pseudopseudohypoparathyroidism
"Hippopotomonstrosesquippedaliophobia" adalah sebutan untuk fobia kalimat panjang
Kata terpanjang dalam bahasa inggris yang tidak ada pengulangan huruf: dermatoglyphics, misconjugatedly, uncopyrightable.
Kata terpanjang dalam bahasa inggris yang sedang diperdebatkan adalah:
pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconioses. (artinya infeksi paru2 akibar menghirup abu silikon halus dari gunung berapi)
"sixth sick sheik's sixth sheep's sick" adalah kalimat paling susah untuk bahasa inggris.
Nama asli Los Angeles adalah : "El Pueblo de Nuestra Senora la Reina de los Angeles de Porciuncula" artinya City of angel.
Negara yang mempunyai nama lengkap terpanjang adalah Libia :
Al-Jamāhīriyyah al-Arabiyyah al-Lībiyyah aš-Šabiyyah al-Ištirākiyyah al-Uthmā
Nama Kota terpanjang adalah Ibu Kota Thailand. Bangkok aslinya adalah :
Krung Thep Maha Nakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Ayutthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udom Ratchaniwet Mahasathan Amon Phiman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanu Kamprasit.
Tanaman terpanjang adalah Kacang Panjang. Dipotong-potong beribu kali tetap saja kacang panjang... Hmmm... uenak tenaaaaan.....
Psikoclogh
Dahulu kala, terdapat dua orang filsuf Yunani yang bersahabat karib, yang bernama Phobias dan Syndromeus. Pada suatu kali, mereka berdua sedang terlibat dalam suatu wacana diskusi yang cukup serius.
Phobias: Menurutmu, di negri ini, siapakah orang yang paling banyak dosanya, Ndro?
Syndromeus: Tentu saja, para Psikolog!
Phobias: Kok Psikolog sih? Apakah mereka lebih berdosa daripada para Pezinah? Pembunuh? Atau pun Koruptor?
Syndromeus: Iya tepat sekali. Psikolog yang Pezinah, Pembunuh dan Koruptor itulah yang paling banyak dosanya, Phob…
Phobias: Maksudku bukan itu, Ndro! Kamu ini bagaimana sih? Mengerti atau tidak sih maksud dari pertanyaanku tadi?!
Syndromeus: Maksudmu, aku ini bodoh? Tidak mengerti pertanyaan konyolmu itu? Kamu sama saja dan tidak ada bedanya dengan para Psikolog itu. Mereka pikir bahwa mereka paham atas apa-apa yang ada di dalam benak otak setiap orang. Apakah mereka juga mampu memahami akan diri mereka sendiri yang sebenarnya? Mereka pikir manusia bisa dinilai hanya dari jawaban singkat atas batasan pertanyaan-pertanyaan aneh mereka? Dari hasil angket, evaluasi, quotient, kognitive, atau apapun istilah mereka itu? Kebenaran tidak bisa dinilai hanya dari sebatas angka-angka, sesi tanya-jawab, ataupun prilaku statistik belaka…
Phobias: Ndro… Tenangkan dirimu, Ndro… Aku kan tadi hanya sekedar bertanya… Jangan terlalu cepat emosi begitu, tidak baik Ndro… Bersikap dewasa-lah, Ndro… Jangan kekanak-kanakan begitu… Mungkin kamu perlu sekali-sekali meluangkan waktumu untuk membaca kitab-kitab “Anger Management” ataupun “Personal Development” yang banyak beredar…
Syndromeus: Beredar dimana maksudmu? Kita berdua kan selama ini tidak bisa pergi kemana-mana, kecuali hanya di sekitar tempat rehabilitasi mental ini…
Phobias: Oh iya, aku terlupa… Sekarang kita bermain petak-umpet saja yuk? Bermain “therapist dan pasien” ini membuat kepalaku semakin pening…
Syndromeus: Oke… Kamu yang mendapat giliran pertama ngumpet, dan aku yang diam berjaga di sini… Aku hitung sampai seratus… satu… dua… lima… sepuluh… tiga puluh…
Phobias pun segera beranjak dari tempat berdirinya dan kemudian bersembunyi. Setelah hitungan “ke-100”, bukannya lekas mencari Phobias di tempat persembunyiannya, Syndromeus justru malah mendekati salah seorang perawat yang sedang berada di sekitarnya.
Syndromeus: Suster… Suster… Si Phobias kini kumat lagi sakit gila-nya… Sekarang dia sedang berdiri di dekat air mancur sana (sambil menunjuk ke arah Phobias), menjulurkan “anu”nya dan mengencingi kolam. Dia pikir sekarang dia itu adalah sebuah patung…
Suster: (dengan nada berteriak) Phobias, jangan kamu kencingi kolam itu!!!...
Setelah merasa tempat “persembunyiannya” telah diketahui, Phobias pun lalu mendekati Syndromeus yang kini tertawa terbahak-bahak.
Phobias: Kamu selalu saja bermain curang, Ndro!!! Di permainan sebelumnya kamu menggunakan filsafat logikamu yang sukar aku mengerti, dan sekarang kamu menggunakan jasa seorang suster untuk menemukanku… Dasar kamu curang!!! Tidak bisakah engkau berpura-pura bodoh seperti yang lainnya???... Kamu manusia beradab atau bukan sih?
Syndromeus: Siapa bilang aku ini manusia? Kamu saja yang berpikir demikian…
Phobias: Kamu selalu saja berkata demikian. Namun bagaimana mungkin engkau bisa membuktikannya?!...
Syndromeus: Mau bukti apa lagi, Phob? Bukankah dahulu aku telah menunjukkan beberapa bukti kepadamu? Walaupun seandainya aku mampu untuk menyodorkan bukti-bukti sebesar gunung pun beserta mukjizat-mukjizat, engkau tetap saja bersikeras untuk tidak mempercayainya… Percuma saja…
Suster itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, menyaksikan si Phobias masih saja gemar berbicara dengan si Syndromeus, “teman khayalannya” itu.
Terapi Ikhlas, Mampukah..?
Membaca blognya tentang Terapi Tahajud, saya kutip sebagian ya..
Dr. Mohammad Sholeh, yang mendapatkan predikat cum laude doktornya, berhasil membuktikan bahwa kebenaran agama bisa dibuktikan secara ilmiah, means tidak hanya bersifat dogmatis yang selama ini kita terima, Subhanallah… Beliau membuktikan bahwa shalat tahajud bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit terutama yang berhubungan dengan daya tahan tubuh, asal dilakukan dengan benar dan ikhlas. Ikhlas inilah yang memperbaiki respons emosional positif dan mengefektifkan coping. So, we’re gonna be very positive thinking, optimistic, self confident, and brave people tanpa harus merasa sombong dan takabur. Rendah diri? Makasih deh…“Barang siapa yang menjalankan amal shaleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri…..”
QS Al-Jatsiyah 45:15
Saya jadi terpikir dengan semua kekalutan yang ada di otak saya, yang kadang saya rasakan tidak ada habisnya. Pada awal membaca itu, sempat terbersit dalam benak saya, "laaah... wis tauuuu... ora pasaaah..." Selama ini memang yang bisa saya lakukan cuma belajar menerima dan menerima kenyataan bahwa manusia itu harus menjalani yang namanya ujian. Tapi kalo ujian terus menerus, bagi raportnya kapaaaan....?
Tapi entah, beberapa saat kemudian saya malah jadi mainan gogel dengan kiwod terapi ikhlas. Banyak sekali artikel yang saya temukan disana. Ada beberapa yang ingin saya kutip, mungkin ada gunanya buat saya atau pun orang lain.
Mungkin ada yang bertanya, selama ini katanya sudah banyak berdoa dan tidak ada hasilnya, kok malah tertarik sih...? Itu bener banget... Cuman selama ini saya hanya berdoa dan meminta dalam arti psikis semata dan tidak ada support doa secara fisiknya. Kalo pun gerakan shalat bisa dikategorikan sebagai gerakan fisik, selama ini saya tidak berpikiran sampai kesana. Taunya ya, shalat emang begitu gerakannya. Cuma sebagai pra acara saja dan tidak dianggap sebagai bagian dari prosesi pokoknya.
Ada yang menarik yang saya temukan di
"Stres dapat menurunkan kekebalan tubuh yang pada akhirnya berujung pada sakit secara fisik, akibat imunitas menurun drastis. Emosi negatif banyak menguras energi, sehingga kita merasa lelah dan capai luar biasa. Salah satu cara yang biasa dipakai untuk membuangnya dengan relaksasi. Relaksasi adalah salah satu cara 'lari sejenak' namun sifatnya hanya sementara, karena akar masalahnya tidak dituntaskan"
Lebih lanjut Reza menyatakan, "Stres tidak hilang, hanya bersifat lupa untuk sementara, namun dia tetap tinggal di alam bawah sadar, stres yang ditekan dan masuk bawah sadar tersebut bisa mempengaruhi tubuh atau fisik, akibatnya keseimbangan hormon terganggu, nyeri tubuh, gangguan pencernaan, tekanan darah berubah dan berbagai keluhan lain yang kerap dilontarkan pasien."Agar stres tidak hanya 'pergi' untuk sementara, terpenting yang kita lakukan adalah mengelola emosi. Jika selama ini cara mengelola emosi yang Anda kenal hanyalah dengan menekan atau mencari pelarian dan melampiaskan emosi, maka stres tersebut masih menumpuk di bawah sadar dan menyebabkan berbagai keluhan sakit."
Reza menyarankan untuk mengelola hati dan emosi Anda dengan mengikhlaskan (releasing). "Ikhlas tidak selalu berarti memasrahkan, tetapi tetap berupaya namun hati dibersihkan dulu." Maksudnya adalah jika kita punya keinginan yang tidak tercapai, kita ikhlaskan keinginan tersebut. Jika ada kejadian yang membuat kita merasa marah setiap kali mengingatnya, ikhlaskan kejadian tersebut.
Sulit memang, perlu latihan teratur Untuk mendapatkan perasaan tentram dan damai, Reza menganjurkan kita melakukan terapi tentram ikhlas (Tapas Acupressure Technique /TAT)
Ternyata teknik Tapas ini sederhana saja, caranya letakkan ujung ibu jari dan jari manis Anda di sudut mata dalam, tidak perlu ditekan, cukup disentuh. Lalu jari tengah ada di antara kedua alis, sementara tangan satunya, diletakkan di belakang kepala sejajar dengan telinga. Lakukan posisi TAT tersebut, sambil menjalani empat langkah berikut, ucapkan di dalam hati :
1. Segala hal atau perisitwa yang menyebabkan perasaan ....(isi sendiri, sesuai isi hati Anda) sudah terjadi.
2. Segala hal atau peristiwa yang menyebabkan perasaan.... sudah terjadi, sudah berlalu, dan sekarang saya bisa rileks.
3. Segala akar penyebab dari perasaan.... ini sekarang disembuhkan, terima kasih Tuhan.
4. Segala hidup dalam tubuh saya, hati dan pikiran saya, serta hidup saya yang menyimpan perasaan.... ini sekarang disembuhkan, terimakasih Tuhan.
Lakukan langkah pertama maksimal 4 menit, sedangkan langkah 2-4 cukup 1-2 menit atau sampai perasaan marah dan kesal tersebut hilang. Terapi TAT tersebut bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun setiap kali Anda merasa marah atau sedih terhadap suatu hal.
Ada lagi teknik lain yang saya baca tentang
Mungkin anda bertanya, “kok rasanya seperti teori akupuntur? “ anda tidak salah karena baik SEFT maupun Akupuntur berangkat dari teori yang sama, namun seperti yang anda ketahui bahwa akupuntur adalah sesuatu yang sangat rumit yang tidak semua orang bisa menguasainya. Disamping itu , akupuntur memerlukan waktu untuk bisa menimbulkan efek seperti yang diharapkan selain juga membuat pasien tergantung kepada terapisnya. SEFT sendiri menyandarkan diri pada 3 hal , yaitu KIP ( Khusyuk , Ikhlas , dan Pasrah ) dalam terapinya. Dengan menerima keadaan anda, anda akan menemukan bagian dari diri anda yang “hilang “. SEFT sendiri berlangsung dengan mengaktifkan cakra (kumparan energy) yang ada pada tubuh kita dengan KETUKAN RINGAN pada 18 titik tubuh. Sangat mudah , cepat dan efisien .Dengan asumsi bahwa apabila kita membebaskan cakra dari energy negative , maka cakra yang merupakan kumparan energy kita akan berjalan lancar dan semua permasalahan Psikologis maupun Fisik kita akan hilang . SEFT adalah pengembangan dari EFT ( atau Emotional Freedom Technique ) dimana factor “S”adalah factor Spiritual . Hal ini sangat penting karena seringkali factor ini sangat berperan tatkala terapi EFT konvensional kurang maksimal memberikan hasil . Faktor Spiritual sangat penting karena merupakan hal esensial dan hubungan vertical “paling tulus” antara hamba dan penciptanya . Tidak ada perbedaan agama dalam pemberian terapi SEFT. Apapun kepercayaan atau agama anda , bisa menerima terapi ini.
Beberapa penyebab terapi gagal antara lain :
1. Kurang minum (dehidrasi )
2. Ada benda elektronik yang ada disekitar peserta yang “mengacaukan” terapi. Misalnya HP, Jam Tangan.
3. Peserta kurang bisa Khusyuk, Ikhlas dan Pasrah
4. Lingkungan yang berisik, tidak tenang dsb .
LANGKAH TERAPI 1. SET UP
• Berikan nilai atas masalah anda . Pada skala 0-10 , berikan skala nilai masalah anda. 0 untuk paling ringan dan 10 paling berat . Misalnya, saat ini saya sakit kepala, skornya 7.
• Langkah di set up ini adalah anda memegang dada sebelah kiri di bawah tulang clavicula atau dibawah tulang bahu dimana ada rasa nyeri bila ditekan .Ini disebut sebagai titik nyeri . Usapkan perlahan sambil mengucapkan afirmasi berikut ini : “ Ya Tuhan ( sebutkan sesuai dengan agama /kepercayaan anda ), Meskipun…………( masalah anda), saya ikhlas dan saya pasrah. Contoh : Ya Allah , meskipun saya sekarang sakit kepala, saya ikhlas dan saya pasrah. Ulangi 3 kali kalimat diatas sambil terus mengusap titik nyeri anda .
LANGKAH TERAPI 2. AFIRMASI
Sekarang , lepaskan tangan anda dari titik nyeri . Diam, dan ulangilah kalimat afirmasi seperti langkah 1 minimal 3 kali. Khusyuk dan Ikhlaslah .
LANGKAH TERAPI 3. KETUKAN
Ketuklah dengan ringan menggunakan 2 jari ( jari telunjuk dan jari tengah ) titik-titik berikut ini :
• Ubun-ubun
• Pangkal Alis .Permulaan alis , diatas dan pada sisi hidung .
• Sisi Mata .Pada sisi tulang mata sebelah luar
• Bawah mata . Pada tulang mata sebelah bawah , kurang lebih 1 cm dibawah pupil
• Dibawah Hidung .Pada atas bibir dan hidung.( Pada lokasi kumis pada pria)
• Pada Dagu
• Ikatan dasi. Pada tulang bahu , terdapat “benjolan “ pertemuan dengan tulang dada yang pertama
• Bawah ketiak, segaris lurus dengan putting (pada pria ) atau pertengahan bra pada wanita .
• Bawah Putting . 1 cm dibawah puting ( pada pria .)
• Pada sisi dalam (pangkal kuku bagian dalam ) jari jempol
• Pada sisi dalam (pangkal kuku bagian dalam ) jari telunjuk
• Pada sisi dalam (pangkal kuku bagian dalam ) jari tengah
• Pada sisi dalam (pangkal kuku bagian dalam ) jari manis
• Pada sisi dalam (pangkal kuku bagian dalam ) jari kelingking
• Pada Gamut Point : Punggung tangan, dibawah buku-buku tangan jari manis.
• Karate Chop : Pada titik karate .bayangkan titik yang anda gunakan pada saat anda melakukan gerakan “membacok”dengan tangan . Jangan lupa , untuk menarik nafas setiap kali anda selesai melakukan satu kali putaran dengan kalimat syukur , misalnya “Alhamdulillah “. Ulangi beberapa kali kurang lebih 15-20 menit dalam satu kali sesui terapi .
Penjelasan ilmiahnya silakan baca di web sumber dengan klik yang saya sertakan di atas.
Masih kurang..? COba teknik lain yang saya baca di
Berikut proses tahapan model terapi Dzikir ini:
1. Pilih posisi yang nyaman untuk Anda: duduk di kursi, bersila. kalo sedang sakit posisi tiduran atau bagi Anda yang Muslim baik sekali kalau Anda memilih posisi seperti Anda Sholat.
2. Tenangkan diri Anda sampai nyaman.
3. Lalu mulailah Anda menyebut kata atau kalimat dalam hati dengan tenang secara perlahan (saya sebut saja aktifitas ini dengan kata Model Dzikir karena belum menemukan kata lain yang pas), yang sesuai keyakinan Anda, misalnya jika Anda Muslim silahkan Anda ber-Dzikir. Jika Anda beragama Budha, Anda boleh gunakan Mantra Budha, Liam Kheng. Jika Anda beragama Katolik, Anda boleh gunakan Doa Salam Maria, Doa Jesus atau yang lainnya. Pilihlah yang sesuai dengan hati Anda saja.
4. Setelah beberapa waktu, sambil tetap ber-Model Dzikir mulailah Anda melakukan teknik nafas berikut:
a. Tarik nafas perlahan.
b. Buang nafas melalui mulut sebanyak-banyaknya sampai posisi Anda membungkuk tunduk jika Anda memilih posisi duduk atau posisi bersujud jika Anda memilih posisi seperti Sholat, usahakan dahi Anda menyentuh tanah (baca: lantai). Terus buang nafas Anda sampai perut dan paru-paru sangat kempis. Dalam posisi sujud dengan kepala tetap menyentuh tanah, boleh juga menahan nafas beberapa saat.
c. Terus lakukan a dan b sampai Anda merasa sangat nyaman dan lega.
Catatan:
Jika ada muncul rasa apapun, gambaran masa lalu atau suara masa lalu yang tidak nyaman, Pasrah saja, terima saja atau lepaskan saja dengan Ikhlas. Jika ingin menangis, menangislah, biarlah semua perasaan Anda keluar dan biarkan beban Anda terlepas. Bebaskan diri Anda dari segala beban yang mungkin tersimpan di dalam diri. Kuncinya pasrah, pasrah dan pasrah. Ikhlas, ikhlas dan ikhlas. Semoga Anda terbebas dari belenggu-belenggu dan jebakan-jebakan kehidupan ini.
Fuiiih... banyak banget ternyata. Tapi maaf, jangan tanya hasilnya. Saya sendiri belum mencoba. Tapi semoga sih bermanfaat. Mungkin bila dibantu dengan teknik semacam ini kita tidak dicap NATO (No Actions Talk Only) oleh Tuhan. Dan yang paling penting semoga Tuhan saya bukan Tuhannya Einstein yang hobi main dadu atau Tuhannya Nietze yang sudah mati...
Bisa engga ya...
Hak Anak Yang Terabaikan
Seorang Suami dan Istrinya tengah menghadiri sidang perceraiannya. Dalam sidang akan memutuskan siapa yang mendapat hak asuh anak.Sebuah anehdot yang menarik menurut saya.
Bila dikaji secara hukum, pelanggaran hak asasi manusi (HAM) terhadap anak telah terjadi. Hanya, apakah anak mengerti HAM? Jangankan menuntut, mengetahui arti HAM pun mungkin tidak. Apalagi mengenal UU No. 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak (PA) dan Konvensi Hak Anak (KHA). Anak selalu menjadi korban dari ego orang tua dan ketidakberdayaan negara.
Agama Atau Atheis
Beberapa waktu lalu, saya sedang bongkar-bongkar komputer di koperasi pondok pesantren ketika beberapa santri menghampiri saya. Mereka menanyakan apakah saya kenal dengan seseorang yang katanya sering diskusi soal agama dengan mereka. Dan entah bagaimana ternyata diskusi di dunia maya itu malah akan berakhir dengan diskusi fisik. Perlu diketahui yang mereka perebutkan adalah kebenaran agama mereka masing-masing.
Saya jadi ingat apa yang pernah saya baca di Kompas yang berjudul Indonesia Pasar Potensial Provokasi atas Nama Agama[1]. Saya juga jadi ingat ada satu bagian keyakinan yang berada di luar jalur yang mereka perebutkan, ATHEIS.
Saya baca pendapat teman saya Ayyasiyahya di forum myquran yang berjudul Atheis itu ternyata nonsense yah..[2] Teman saya itu berpendapat begini :
Orang atheis ntu enggak percaya tuhan. Kalo dipikir-pikir sih enggak mungkin yah. Kalo atheis enggak percaya samah Tuhan Allah ntu mungkin baru bener. Pan pengertian Tuhan sebenarnyah adalah sesuatu yang dipentingkan, sesuatu yang jadi orientasi hidup manusia, sesuatu nyang mendominasi. Orang enggak percaya tuhan ada 3 alasan :
- karena sombong
- Karena bodoh dan tidak mampu
- Karena malas berpikir dan tidak mau repot karena bertuhan berarti harus melakukan ritual-ritual.
Kalo menurut wikipedia[3], begini :
Kata atheisme berasal dari kata sifat dalam Bahasa Yunani Kuno yang berarti "tidak bertuhan". Atheisme bukanlah percaya bahwa Tuhan tidak ada melainkan tidak percaya bahwa Tuhan ada. Dengan kata lain, atheisme bukan merupakan kepercayaan atau keyakinan melainkan sistem ketidakpercayaan atau ketidakyakinan. Atheisme bukan merupakan suatu agama, tidak memiliki ajaran resmi selayaknya agama pada umumnya, dan bukan merupakan suatu pemikiran 'anti-agama' atau 'anti-tuhan'.
Komunisme pada umumnya atheis, tetapi atheis tidak berarti komunis. Komunisme adalah sebuah sistem pemikiran yang dapat dikembangkan menjadi ideologi dan bahkan sistem pemerintahan, sementara atheisme merupakan sistem ke(tidak)percayaan.
Pemikiran bahwa Tuhan tidak ada tidak berarti juga berpikir bahwa manusia bebas melakukan apapun. Atheisme hanyalah suatu keadaan sebatas 'tidak percaya bahwa Tuhan ada', tidak lebih dari itu. Tidak ada jaminan bahwa seorang atheis akan berbuat semaunya, seperti juga tidak ada jaminan seorang beragama dan percaya pada Tuhan akan berbuat baik.
Seorang atheis dapat saja menjadi seorang humanis, sebagaimana Fidel Castro yang begitu dicintai rakyatnya. Ada juga yang menjadi sadis seperti Josef Stalin yang telah terbukti membunuh 30 juta jiwa rakyatnya sendiri (walaupun perlu ditekankan bahwa yang kekejaman yang dilakukan Stalin bukan semata karena ia tidak percaya kepada tuhan namun karena ideologi komunisme yang ia selewengkan), atau seperti Voltaire yang memperjuangkan kebebasan rakyat jelata Prancis dari kungkungan penguasa pemerintahan dan penguasa agama yang absolut.
Mr Bush yang beragama nyatanya telah menjadi teroris nomor satu di dunia walaupun bersembunyi dibalik nama anti terorisme. FPI yang jelas-jelas beragama luar dalam pun belajar menjadi teroris kecil-kecilan dengan dalih amar ma’ruf nahi munkar.
Mungkin ada beberapa kata-kata bijak yang bisa kita telaah sebagai selingan :
"Janganlah menyembah jikalau tidak mengetahui siapa yang disembah. Jika engkau tidak mengetahui siapa yang disembah, akhirnya cuma menyembah ketiadaan. Sungguh suatu sembahan yang sia-sia." - Syekh Siti Djenar
"Saya mencintaimu saat kau rukuk di masjidmu, berlutut di kuilmu, sembahyang di gerejamu.
Kau dan aku adalah putra dari satu agama, dan itulah spiritnya" - Kahlil Gibran (1883 - 1931)
"Kita punya cukup banyak agama untuk membuat kita saling benci, tapi tak cukup banyak agama yang membuat kita saling mencintai" - Jonathan Swift (1667 - 1745)
"Saya mencintai Kristusmu, saya tidak suka dengan Kristenmu. Kristenmu begitu berbeda dengan Kristusmu" - Mohandas Gandhi (1869 - 1948)
"Ini adalah agamaku yang sederhana. Tidak perlu kuil, tidak perlu filosofi yang rumit. Otak kita, hati kita, adalah kuil kita. Filosofinya adalah kebaikan hati" - Dalai Lama (1935 - .... )
Eskimo: "Jika saya tak tahu apa-apa tentang Tuhan dan dosa, apakah saya akan masuk neraka?" Pendeta: "Tidak, jika kamu memang tidak tahu."
Eskimo: "Lalu kenapa kamu memberi tahu saya?" - Annie Dillard (1945 - ....)
Kalau sudah begini, mana yang benar atau salah? Untuk itu tidak ada salahnya kita coba renungkan dalam hati kita masing-masing. Mengapa kita berani mengaku umat beragama kalau nyatanya kita masih saja fanatik dengan keyakinan kita dengan berusaha memaksakannya kepada orang lain. Adakah agama yang mengajarkan selain cinta kepada Tuhan dan kasih sayang sesama manusia. Toh pada kenyataanya orang yang beragama dan tidak beragama sama saja. Ada yang baik dan ada yang buruk.
Al Qur'an Surah Al Kaafiruun ayat 6 sepertinya paling tepat untuk ini. Tak perlu kita gontok-gontokan. Kita jalani saja apa yang kita yakini. Piiiiss..ah...
Untukmu agamamu dan untukku agamaku, titik.
[1] http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/11/Politikhukum/3525343.htm
[2] http://myquran.org/forum/index.php/topic,20285.0.html
[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Atheis
Apa dan Bagaimana Marketing Itu?
Sedikit belajar lagi tentang marketing untuk kesuksesan hidup...
Apakah Marketing Itu?
Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampirinya dan berkata, "Aku adalah orang kaya .. menikahlah denganku." Itu adalah DIRECT MARKETING.
Jika anda berada di sebuah pesta dengan kawan-kawan anda dan bertemu dengan seorang gadis cantik. Salah seorang kawan anda menghampiri gadis itu dan berkata, Lihatlah pria itu (sambil menunjuk anda). Ia sangat kaya, menikahlah dengannya." Itu adalah ADVERTISING.
Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampiri dan meminta nomor telponnya. Keesokan harinya anda menelponnya dan mengatakan, "Hi .. aku sangat kaya, menikahlah denganku." Itu adalah TELEMARKETING.
Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Anda membetulkan dasi, berjalan ke arahnya dan menawarkan minum. Anda membukakan pintu untuknya saat mengantar pulang dan berkata, "Aku sangat kaya, maukah kau menikah denganku?" Itu adalah PUBLIC RELATIONS.
Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Ia berjalan ke arah anda dan mulai merayu, "Kau sangat kaya rupanya." Itu adalah BRAND RECOGNITION.
Anda berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Anda mendekatinya dan berkata, "Aku sangat kaya, menikahlah denganku." Lalu ia menampar muka anda, itu adalah CUSTOMER FEEDBACK alias COMPLAIN.
Selamat Ulang Tahun Jagoan
Pulang dari 

